PRODUKSI BUDAYA MEDIA

PRODUKSI BUDAYA MEDIA

A. Konteks Produksi Budaya Media
Dalam hal ini institusi media cenderung untuk mengembangkan semangat satu atau lebih dari pers normatif, serta menciptakan aturan permainan yang lebih berthan dan bersifat umum menyangkut masalah fungsi atau tujuan dalam masyarakat, perbedaaan antar media, lingkup kegiatan media dan mempunyai hubungan dengan institusi tersebut. Institusi media juga membantu terciptanya interelasi antar media dan antar bidang pekerjaan.
Organisasi Media, merupakan latar belakang khusus yang sedikit banyak memiliki sistem manajemen tersendiri, seperti yang terdapat didalam media surat kabar, atau dimedia yang lain. Dalam konsep organisasi media tidak selamanya mudah diterapkan dalam praktek, karena batas dan aturan organisasi sering kali ditata ulang, serta tidak jelas. Semua itu disebabkan karena, adanya amalgansi(integrasi)kedalam multimedia atau kelompok multinasional.
Istilah komunikator massa, terkenal didalam masyarakat sejak tahun 1939, yang mengacu kepada orang yang bekerja pada media, serta mempunyai peran untuk mengontrol atau menguasahi saluran komunikasi massa. Ada beberapa cara, untuk mengindenfikasikan jenjang analisis, didalam memahami produksi media, menurut pendapat dari Dimmick dan Coit (1982), yaitu :
1.Supranasional ( badan atau perusahaan internasional )
2.Jenjang masyarakat
3.Jenjang industri
4.Supraorganisasi
5.Jenjang komunitas
6.Kelompok intraorganisasi
B. Keaneragaman Internal Institusi Media
Ragam utama definisi media institusi dan variabel penerapan”aturan”institusi berhubungan erat dengan beberapa faktor sebagai berikut :
!. Tipe Madia
2. Skala dan jangkauan operasi
3. Kewajiban kerja atau fungsi
4. Bentuk kepemilikan
C. Peran media ditengah kekuatan sosial.
Dalam hal ini, menurut pendapat dari gerbner (1969) menggambarka bahwa para komonikator massa dalam situasi yang tertekan,karena menghadapi berbagai kekuatan dari luar terutama yang berasal dari klien.
Beberapa hubungan organisasi media ditengah-tengah kekuatan sosial :
1. Hubungan dengan masyarakat
Maksudnya yaitu, didalam penayampaian media massa harus mempunyai sasaran organisasi didalam media,yang sesuai dengan keadaan masyarakat, serta harus menjadi pemihak atau netralitas didalam masyarakat.
2. Hubungan dengan klein,pemilik, dan pemasok.
Maksudnya yaitu, kita harus benar-benar bisa memperhatikan berbagai macam kasus yang ada disekitarnya, terutama terhadap yang bersangkutan langsung dengan permasalahan didalam media.
3. Hubungan dengan sumber
Maksudnya yaitu, bahwa kita harus bisa memilih darinsekian banyak pengarang atau seniman untuk menentukan publikasi, serta melakukan penngamatan terhadap pengumpulan informasi.
4. Hubungan internal organisasi media.
Maksudnya yaitu, sejauh mana kita didalam menganalisis hubungan organisasi media dengan badan diluar media yang memberiakan kesan adanya kesatuan dalam tubuh organisasi.
5. Hubungan Audiens
Maksudnya yaitu, klien merupakan sumber yang utama didalam mencari sebuah berita dilingkungan sekitar.
D. Ciri-ciri komunikator massa
Berikut ciri-ciri dari komunikator massa :
1. Bertanggung jawab terhadap produksi media.
2. Pertanyaan yang dikeluarkan merupakan suatu hipotesis yang sesuai dengan ideologi
3. Konsep-konsep yang dikeluarkan tidak bertentangan dengan publik
E. Kegiatan organisasi media.
1. Penjagaan garbang, yaitu membatasi jangkauan permasalahan sekitar kegiatan berita yang sedang belangsung.
2. Lokasi dan seleksi, yaitu pengumpulan beritta yang merupakan pembahasan rutinisasi sebelum berita itu diturunkan.
3. Waktu dan seleksi, yaitu bahwa kecepatan waktu merupakan hal yang sangat penting didalam prosesi, karena menyangkut hal yang baru dan relevan dan sangat penting sekali.
4. Tokoh dan seleksi, yaitu mencari sebuah subyek permasalahan yang kemudian melakukan sebuh pemilihan didalam media mssa.
Kecenderungan memiliki atau menyimpan bukan saja disebabkan oleh prosedur seleksi yang berpola, tetapi juga karena adanya mekanisme yang terjadi dalam organisasi yang menangani isi sebagai bagian dari kegiatan rutin didalam organisasi.
Didalam peninjauhan terhadap mekanisme dalam dunia media massa yang bercirikan komersial – industri, diperlukan sebuah kerangka model proses pengambilan keputusan ndalam seni media, yaitu :
a.Model lini perakitan, yaitu sebuah proses pembuatan produk industri, beserta keterampilan dan keputusan yang terkait dalam mekanisme proses tersebut.
b.Model ketrampilan dan kewiraswastaan, yaitu kemampuan untuk menangani masalah, mengelola segenap masukan para seniman.
c.Model konvensi dan formula, yaitu sebuah cara untuk menyikapi sebuah resep yang mengandung berbagai unsure didalam memproduksi karya dalam gaya tertentu.
d.Model citra khalayak dan konflik, yaitu sebuah cara untuk menilai didalam proses produksi kreatif sebagai upaya menyelaraskan produksi.
e.Model citra produk, yaitu pembuatan karya yang memiliki kemungkinan terbesar untuk diterima oleh para penagambil keputusan pada tahap selanjutnya.

4 responses to this post.

  1. […] the original here:  https://dieragil.wordpress.com/2009/10/19/19Aneka Resep TerkaitOctober 19, 2009 — Ibu Hamil Tidak Harus Minum Susu…lo (0)October 19, 2009 […]

    Balas

  2. Posted by itoh on Mei 15, 2010 at 3:41 am

    judul diatas bukan produksi budaya media, tapiii organisasi media dalam tekanan dan tuntutan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: